Intip Tradisi Puasa Diberbagai Negara, Yuk!

Admin Sukamasak

Bulan Ramadhan merupakan salah satu momen yang paling ditunggu umat muslim di seluruh penjuru dunia. Bahkan ada yang memiliki tradisi sendiri, sibuk mempersiapkan ini itu demi menyambut bulan yang suci ini. Lalu, bagaimana ya suasana puasa di berbagai negara? Apakah memiliki menu khas untuk berbuka puasa?

•Mesir

Ketika bulan Ramadhan, Kairo berubah menjadi kota sejuta lampu. Tradisi memasang lampu tradisional di semua rumah sudah dimulai sejak zaman Dinasti Fattimiyah. Lampu yang dipasang disebut dengan lampu Fanus. Tujuan dari tradisi ini adalah untuk menyambut kedatangan pasukan Raja Mesir yang akan berkunjung ke Kairo. Jadi jangan heran ya kalau sebelum bulan puasa, warga Kairo ramai-ramai berbelanja lampu.

Negara yang datarannya didominasi oleh gurun ini memiliki menu khas berbuka puasa yaitu Medames dan Molokheya. Medames merupakan menu sederhana berbahan utama Broad Bean atau Fava Bean yang ditumbuk kemudian ditumis dengan minyak zaitun, cacahan parsley, bawang putih, bawang merah, dan sari jeruk lemon.

Sedangkan Molokheya sendiri tampilannya seperti sup bayam. Hanya saja, tidak menggunakan bayam melainkan daun Corchorus yang sering dijumpai pada sajian Timur Tengah atau Afrika . Rasanya sedikit pahit dan kuahnya terasa ‘tebal’ seperti kari. Biasanya sup ini ditambahkan dengan daging ayam, daging kambing, atau daging kelinci.

•Austria

Negara yang terletak di Eropa Tengah dan beribukota Vienna ini mempunyai tradisi unik selama bulan puasa. Walaupun hanya 4% penduduknya yang menganut agama Islam, namun tradisi memberikan paket lebaran untuk keluarga miskin dan hadiah lebaran untuk anak-anak yatim piatu di Palestina tetap terjaga. Feeding Fasting Palestinians ini sukses membuat umat Islam di Austria berbondong-bondong memberikan sebagian hartanya untuk sesama umat Islam di Palestina yang disalurkan oleh lembaga-lembaga sosial di Palestina.

Hebatnya lagi, kerukunan beragama di Austria tetap terjaga. Terbukti dengan narapidana muslim di Austria mendapatkan makanan untuk sahur dan berbuka dengan menu daging yang halal. Mereka pun diizinkan menunaikan shalat tarawih.

•Albania

Satu lagi negara Eropa yang punya tradisi unik selama bulan Ramadhan, yaitu pagelaran Lodra. Sebuah pagelaran seni memukul bedug Lodra yang memiliki dua buah tabung, masing-masing menggunakan kulit kambing dan domba. Alat pemukulnya pun terbuat dari bahan yang berbeda sehingga menghasilkan suara yang berbeda pula. Biasanya, Lodra dimeriahkan juga dengan alat tiup dan perkusi. Pertunjukan ini juga bisa ditonton ketika sahur atau buka puasa.

Albania memiliki menu buka puasa yang khas yaitu, Byrek. Byrek adalah semacam kue pie yang berisi bayam, keju, dan daging. Tampilannya serupa dengan martabak telur. Menu buka puasa lainnya yang khas yaitu roti Pita yang disajikan dengan olesan keju, krim , dan mentega.

•Bosnia

Pada awal bulan Ramadhan, warga Bosnia memiliki ritual memanjatkan doa dan pembersihan diri dengan air di sebuah gua yang terletak di Kladanj. Jauhnya sekitar 50 km dari Ibukota, Sarajevo. Tradisi ini dipercaya dapat memberikan kesuksesan, selain itu air dari gua juga dipercaya dapat memancarkan inner beauty. Selain di Albania, roti Pita menjadi andalan warga muslim Bosnia sebagai menu buka puasa. Adonan tipis ini berisi bayam, daging, kentang, atau keju. Selain itu, ada juga menu khas Topa.

Wah, ternyata berbeda-beda ya suasana lebaran di berbagai negara. Menu khas buka puasanya pun berbeda dengan Indonesia. Mungkin ada Penyuka Masak yang terinspirasi ingin membuat masakan khas di atas? :)

Selamat menunaikan ibadah puasa ya, Penyuka Masak! :)

(sumber foto: google)

Bagikan ke:

Berikan penilaianmu tentang artikel dan tips di atas

Login untuk memberi komentar

Comment

Abdul Ghofur

it's nice to know how everyone have their fasting month

September 21, 2012