Mengenal Lebih Dekat Daging Unggas

Admin Sukamasak

Pada dasarnya, daging unggas terbagi menjadi dua macam, white meat (daging putih) dan dark meat (daging merah atau lebih gelap). Perbedaan jenis ini didasari dari otot-otot bagian dada yang terdapat dari daging tersebut. Unggas yang habitatnya berada di daratan dan tidak bisa terbang jauh termasuk unggas yang memiliki white meat (daging putih). Hal ini disebabkan karena unggas tersebut jarang sekali menggunakan otot bagian dada. Sedangkan unggas yang dapat terbang menempuh jarak yang lebih jauh seperti bebek, angsa, dan burung puyuh, memiliki daging yang warnanya lebih gelap atau lebih merah (dark meat). Karena mereka menggunakan otot bagian dada untuk terbang dengan sering sehingga menyebabkan penyebaran pigmen pada daging menjadi lebih merah dan rasanya lebih kuat (ditandai dengan bau amis).


Agar lebih mudah dikenali dan diingat, daging unggas dibagi menjadi tiga bagian seperti berikut:


1.Bagian paha

 
Bagian ini terdiri dari paha atas dan drum stick (paha bawah). Dagingnya banyak mengandung lemak dan kolagen, sehingga bisa dibilang bagian paha memiliki rasa yang paling enak dibanding bagian lainnya. Namun, perlu waktu lama untuk memasaknya (dibanding bagian lain) karena banyak otot-otot yang terdapat didalamnya (otot menyebabkan tekstur daging menjadi keras, sehingga harus dimasak dalam waktu agak lebih lama untuk membuatnya empuk).


Pernahkah Penyuka Masak memasak satu ekor unggas utuh dan menemukan daging pada bagian paha belum matang ketika daging lainnya sudah siap santap? Hal tersebut disebabkan oleh lemak dan otot yang menempel pada daging sangat banyak sehingga perlu waktu lebih lama untuk memasaknya. Agar rasa daging bagian paha lebih kuat, cukup lumurkan garam atau bumbu halus. Secara umum, daging bagian ini dapat dimasak dengan berbagai metode (dipanggang, digoreng, atau dibakar).



2.Bagian dada


Bagian dada merupakan bagian unggas yang paling banyak memiliki daging namun sedikit lemak dan kolagen. Hal inilah yang membuat daging bagian dada tidak segurih daging paha. Namun tidak perlu khawatir masakan Penyuka Masak akan terasa hambar, siasatilah dengan merendam daging pada saus atau bumbu yang sudah disiapkan. Hal ini bertujuan agar bumbu dapat meresap pada daging. Metode memasak pan-fried, tumis, deep-fried, shallow-fried, maupun panggang sangat cocok untuk mengolah daging bagian dada.


Ingat selalu agar tidak memasak daging ini terlalu lama karena daging akan cenderung menjadi kering dan kehilangan juice atau sarinya. Jika Anda menginginkan daging bagian dada yang lembut dan juicy, olah dengan cara direbus atau dikukus. Untuk keamanan serta kesehatan pastikan daging bagian dada jenis white meat dimasak sampai matang sempurna. Sedangkan bagian dada dari dark meat dapat dimasak menjadi medium rare steak (setengah matang).


3.Bagian sayap


Bagian sayap unggas biasanya sangat lembap karena berlemak, mengandung banyak kulit dan kolagen. Agar daging tetap lembut dan empuk, dagingnya cukup dimarinate. Biasanya bagian ini diolah dengan berbagai macam saus yang membuatnya menjadi lebih nikmat.


Nah, setelah mengenal jenis daging unggas, Penyuka Masak harus mengetahui juga ciri-ciri daging unggas segar dan bagaimana mengolahnya. Saat membeli unggas, pastikan warna kulit dan warna daging merata serta tidak ada memar sedikitpun. Jangan pilih unggas yang kulitnya mudah sobek atau bahkan sudah sobek. Jangan juga memilih unggas dengan tulang yang rusak atau patah, hal ini menandakan daging diperlalukan dengan tidak baik saat disembelih atau dibersihkan.


Daging unggas sangat mudah terkontaminasi dengan bakteri Salmonella, maka simpanlah pada wadah tertutup di dalam kulkas dengan temperature kurang dari 1˚C. Daging dapat bertahan satu sampai dua hari. Jika daging disimpan dalam freezer akan bertahan selama berbulan-bulan. Simpan daging unggas berjauhan dari buah atau sayur yang akan dimakan mentah.


Satu hal yang harus diingat, jangan memasak daging unggas yang masih beku bagian dalamnya. Hal ini dapat memicu kontaminasi bakteri dan menyebabkan keracunan. Gunakan talenan berbeda untuk memotong daging dan sayuran agar tidak terjadi kontaminasi silang dari bakteri yang ada pada daging unggas. Cuci bersih pisau, piring, talenan, dan peralatan dapur lainnya yang sudah bersentuhan dengan unggas.

Setelah membaca artikel ini pasti Penyuka Masak makin mantap dan lihai dalam mengolah daging unggas. Jangan lupa untuk lihat berbagai macam resep olahan daging unggas hanya di www.sukamasak.com ya :)


(sumber foto: gettyimages)

Bagikan ke:

Berikan penilaianmu tentang artikel dan tips di atas

Login untuk memberi komentar