Uniknya Hantaran Lebaran Berbagai Daerah

Admin Sukamasak

Indonesia memiliki budaya dan tradisi, termasuk tradisi selama Ramadhan dan lebaran. Salah satunya adalah hantaran. Hantaran ini sebenarnya adalah makanan yang diberikan kepada tetangga, sanak saudara, atau famili pada saat perayaan tertentu. Umumnya hantaran lebaran berisi hidangan khas daerah tempat tinggal atau yang paling sederhana adalah Ketupat, Sayur Lodeh, dan Opor. Namun ada juga daerah yang memiliki hantaran unik dan khas. Apa saja? Simak dalam artikel ini.

•Jakarta/Betawi
Saat lebaran, masyarakat Betawi akan membuat hidangan Semur Betawi sebagai teman makan ketupat. Semur Betawi adalah olahan daging yang dimasak dengan kuah kecap. Bumbu yang digunakan biasanya ketumbar, merica, jintan, biji pala, lengkuas, jahe, dan garam. Dilengkapi juga dengan tumisan bawang-bawangan yang membuat cita rasa semur sangat spicy. Apalagi jika ditumis dengan menggunakan minyak goreng jernih bernutrisi FILMA Minyak Goreng, Semur Betawi tidak hanya lezat tapi juga diperkaya dengan nutrisi. Tidak hanya Semur Betawi, kering kentang ebi (bencok) juga menjadi hantaran khas Betawi.


(sumber foto: flickr)

Selain Semur Betawi, Sayur Banci juga kerap dikirimkan sebagai hantaran. Jangan skeptis dulu dengan nama sayur ini ya, Penyuka Masak. Sayur Banci menggunakan kelapa tua yang diserut dan daging dari kepala sapi. Penampilan sayur ini mirip dengan gulai. Warna kuahnya jingga dan sangat kaya akan santan. Rasanya yang manis dan gurih menjadi tambah lezat dengan aroma rempah yang kuat.

•Jawa Tengah dan Jawa Timur
Jika Lodeh biasanya berisi irisan labu atau nangka muda, lain halnya dengan Lodeh khas Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kedua daerah tersebut memiliki hantaran lebaran berupa Lodeh Terong. Terong yang digunakan bukan terong ungu melainkan terong hijau. Lodeh ini juga dicampur dengan daun melinjo sehingga rasanya menjadi gurih.

Adapun penganan khas Jawa Tengah dan Jawa Timur lainnya yang kerap dijadikan hantaran adalah Keripik Tempe. Tempe ini diiris tipis kemudian dicelup tepung berbumbu dan digoreng hingga garing. Uniknya, Keripik Tempe khas Jawa Tengah dan Jawa Timur diberi irisan daun jeruk purut yang memberikan aroma harum tersendiri. Jika Penyuka Masak ingin membuat Keripik Tempe, gunakan minyak goreng jernih berwarna kuning kemerahan yang diperkaya vitamin D dan vitamin E seperti FILMA minyak goreng agar Keripik Tempe semakin renyah.


•Madura
Topa Ladeh adalah masakan yang serupa kare yang berisi daging jeroan sapi dan kacang panjang. Tak jarang juga berisi daging ayam kampung. Masakan ini terbilang istimewa karena proses pembuatannya yang rumit dan memakai semua bumbu kecuali serai, pala, cengkeh, dan keningar. Jika Penyuka Masak menerima hantaran Topa Ladeh, biasanya akan dilengkapi dengan bubuk jagung, bumbu urap yang dicampur tauge mentah dan Sambal Goreng Tampes.

•Makassar
Makanan khas Makassar yang umum dijadikan hantaran lebaran adalah Sup Konro, Coto Makassar dan Buras. Sup Konro merupakan sup yang berisi iga atau daging sapi. Maskaan tradisional Bugis dan Makassar ini memiliki kuah yang berwarna coklat kehitaman karena menggunakan buah kluwek. Keunikan Sup Konro dibanding sup yang lainnya adalah penggunaan ketumbar yang cukup banyak sehingga memiliki cita rasa yang khas. Variasi lain dari Sup Konro adalah Konro Bakar, yakni iga sapi yang dibakar dengan bumbu khas Konro.

Selain Sup Konro, Makassar memiliki hantaran lebaran yang tak kalah nikmat yaitu Coto Makassar. Coto Makassar menggunakan bahan dasar daging sapi yang dicampur dengan jeroan seperti hati, usus, babat, paru, dan jantung. Rasanya yang pekat dan “tebal” dikarenakan penggunaan rempah-rempah dan kacang tanah goreng yang sudah digiling. Semua bumbu tersebut dimasak di kuali tanah liat yang disebut Korong Butta. Coto Makassar tidak akan lengkap tanpa Buras. Buras merupakan beras yang dimasak dengan santan sampai teksturnya menjadi lembek kemudian dibungkus dengan daun pisang dan dikukus hingga matang.


(sumber foto: flickr)

•Aceh
Timphan, penganan khas Aceh yang dibuat hanya saat Idul Fitri dan Idul Adha, berbahan dasar pisang. Pisang yang dihaluskan dengan tangan kemudian dicampur tepung ketan sehingga menjadi adonan. Biasanya Timphan diberi isi selai srikaya, parutan kelapa, atau potongan nangka. Kue basah ini dibungkus dengan daun pisang lalu dikukus sampai matang.


(sumber foto: flickr)


•Palembang
Idul Fitri di Palembang tidak akan lengkap tanpa Kue Maksuba. Dahulu kala, kue ini hanya disajikan oleh kesultanan Palembang untuk tamu terhormat. Namun lama kelamaan, warga Palembang biasa pun ikut mengonsumsi Maksuba. Keunikkan kue ini terletak pada bahan-bahannya. Tanpa tepung, Kue Maksuba terbuat dari telur bebek, susu, margarin, dan gula. Agar Kue Maksuba terasa gurih dan bernutrisi, gunakan FILMA margarin. Walaupun mirip dengan Lapis Legit, tekstur Maksuba basah dan kenyal.


(sumber foto: palembangtweet)

Hantaran tidak hanya ditujukan untuk menyemarakkan Hari Raya Idul Fitri namun juga untuk berbagi dengan orang sekitar dan tentunya menjalankan silaturahim. Meskipun zaman terus berkembang, tradisi dengan nilai moral yang baik harus dilestarikan.
Suka Masak mengucapkan selamat merayakan Idul Fitri 1435 Hijriyah kepada Penyuka Masak yang merayakannya. Mohon maaf lahir dan batin :)

Bagikan ke:

Berikan penilaianmu tentang artikel dan tips di atas

Login untuk memberi komentar