Takaran Garam Tepat, Buat Masakan Lezat

Admin Sukamasak

Sekarang, penggunaan garam dapat mengangkat status pada masakan tersebut. Layaknya air, garam merupakan unsur penting dalam menu makan yang tidak akan pernah bisa dihilangkan. Walaupun begitu, penggunaan garam yang tidak tepat dapat merusak cita rasa makanan. Salah satu keuntungan dengan memasak di rumah, Penyuka Masak dapat mengatur sendiri pemberian garam. Salah satu teknik penting yang harus diketahui adalah cara membubuhi garam tanpa merusak rasa asli dari bahan yang dimasak.

Efek utama dari pemberian garam adalah mengeluarkan rasa asli masakan. Saat memberikan garam, bukan rasa asinlah yang penting melainkan apakah rasa dari bahan makanan yang dimasak sudah terasa atau belum. Meskipun begitu, tidak semua makanan harus diberi garam. Daging, ikan, dan sayur adalah bahan-bahan yang penting untuk ditambahkan garam karena memiliki cita rasa hambar. Ketika garam ditambahkan pada masakan, maka secara langsung akan menambah kelembapan. Pori-pori bahan makanan akan terbuka dan garam akan terserap. Selama proses memasak, garam membantu pengeluaran sari pati (juice) dari bahan makanan yang dimasak. Ketika Penyuka Masak menambahkan garam pada tumisan bawang bombay, sari pati akan keluar dan menghasilkan rasa yang luar biasa lezat.

Chef manapun pasti akan mengatakan bahwa pemberian garam yang pas sama pentingnya dengan teknik memasak yang digunakan. Walaupun resep sudah memberikan takaran garam dan petunjuk memasak yang jelas, tetap saja diperlukan berbagai pengalaman memasak untuk dapat menghasilkan rasa hidangan yang sesuai selera. Untuk meningkatkan kemampuan ini, diperlukan kecermatan dan selalu mencicipi masakan yang diolah sendiri.

Pelajaran dasar adalah menggunakan sendok takar. Ambil satu sendok teh garam dengan sendok takar kemudian taruh pada telapak tangan. Rasakan tekstur dan seberapa banyak atau berat garam tersebut ada pada tangan. Kemudian ganti takaran dan ulangi pelajaran di atas sampai Penyuka Masak mengerti. Hal ini akan membantu Penyuka Masak memahami (secara insting) seberapa banyak garam yang dibutuhkan. Pada umumnya, chef tidak menggunakan sendok takar untuk membubuhkan garam pada masakan. Ukuran yang mereka gunakan adalah jumputan dua jari, jumputan tiga jari, atau jumputan empat jari. 

Ketika membumbui daging, pastikan garam tersebar merata pada permukaan. Caranya, ambil sejumput garam kemudian ayunkan tangan perlahan turun tapi dengan gerakan melebar. Jangan menuangkan garam pada satu titik kemudian pindah ke titik lain. Untuk bahan yang ukurannya lebih kecil dari daging seperti mentimun atau tomat, ambil sejumput garam kemudian tabur dengan menggesekkan jari ke depan dan kebelakang berulang kali. Jaga jarak ujung jari dengan makanan agar tidak terlalu dekat sehingga tidak menyebabkan tumpukan garam pada satu titik. Pastikan garam ada pada jangkauan yang dekat dengan tangan selama proses memasak. Cara paling baik adalah menempatkan garam pada mangkuk kecil agar mudah dijangkau.

Aneka jenis pasta dan kentang harus diberi garam pada awal proses memasak dimulai. Jika ditambahkan pada proses akhir, rasanya akan hambar, walaupun garam yang ditaburkan cukup banyak. Hal yang penting untuk diketahui, garam akan terserap dalam makanan sehingga Penyuka Masak harus berhati-hati dalam menambahkan garam. Lebih baik menambahkan daripada mengurangi rasa asin yang sudah terlanjur akibat pemberian garam yang berlebihan.

Berikut adalah hal penting yang dapat membantu Penyuka Masak dalam membumbui masakan dengan garam:
1.Jangan ragu memberikan banyak garam pada makanan, jika tidak ada bahan dengan rasa asin lainnya yang ditambahkan dalam masakan.
2.Jika terdapat kerang, keju, atau olive, gunakan sedikit garam karena ketiga bahan tersebut rasanya sudah asin.
3.Jika memungkinkan, rasakan tiap-tiap bahan sebelum memasak untuk meyakinkan agar Penyuka Masak tidak akan memberikan terlalu banyak garam.
4.Kesalahan yang paling sering dilakukan adalah tidak membumbui semua komponen dalam sebuah masakan. Misalnya ketika membuat spageti saus tomat dengan daging giling, pastikan semuanya sudah dibumbui dengan benar. Mulai dari air rebusan pasta, saus, sampai daging gilingnya.
5.Jangan lupa bumbui salad dan garnish dengan sedikit garam.
6.Makanan yang mengandung banyak air seperti salad, tomat, atau mentimun harus dibumbui tepat sebelum disajikan. Jika tidak, bahan tersebut akan berubah menjadi lembekdan layu karena garam akan mengeluarkan air yang terkandung di dalamnya.
7.Semakin sering memasak, Penyuka Masak akan mulai mempercayai intuisi. Dengan pengalaman, Penyuka Masak akan mengetahui kapan dan seberapa banyak garam yang dibutuhkan untuk sebuah masakan.

Semoga artikel ini dapat membantu penyuka Masak menyajikan masakan yang tak hanya sehat namun juga membuat lidah bergoyang. Jangan lupa selalu gunakan garam beryodium ya, Penyuka Masak! :)


(sumber foto: rouxbe)

Bagikan ke:

Berikan penilaianmu tentang artikel dan tips di atas

Login untuk memberi komentar

Comment

Rachel Tiranda

Terima kasih untuk infonya ... Saya salah satu yang sering salah dalam memberi bumbu garam sehingga keasinan :)

August 21, 2014

Margritha Sandra

saya baru mengurangi garam juga....

September 16, 2014