Masakan Dari Bahan Alami Hasil Fermentasi

Admin Sukamasak

Di tahun 2015 ini banyak sekali bermunculan tren kuliner yang cukup unik walau sebenarnya jenis-jenis makanan tersebut sudah cukup lama ada. Contohnya saja tren Matcha atau green tea yang sekarang banyak sekali digunakan dalam berbagai jenis sajian dari minuman hingga kue bahkan serabi Indonesia pun dicampur dengan green tea. Tren lainnya yang hadir di 2015 adalah fusion food yang juga pernah Suka Masak bahas dalam artikel Fusion Food Terlezat Dari Asia.

Kali ini Suka Masak akan membahas salah satu tren kuliner 2015 yang cukup menarik dan tergolong sehat yaitu masakan yang terbuat dari hasil fermentasi. Makanan hasil fermentasi kini sudah tidak asing lagi di telinga maupun lidah orang Indonesia karena sudah mulai banyak tempat-tempat makan yang menyediakan menu ini. Makanan fermentasi yang memang memiliki cara mengolah khusus dan terkenal prosesnya cukup lama dan sulit ini pun dikenal memiliki kandungan gizi dan manfaat yang lebih dibanding masakan non-fermentasi. Dan berikut adalah 4 masakan hasil fermentasi yang wajib Penyuka Masak coba!



1.Sauerkraut (German, Eropa)

sumber: chefkoch

Makanan hasil fermentasi dari bahan alami yang pertama adalah dari German namanya Sauerkraut. Makanan fermentasi ini terbuat dari kubis yang diris-iris dan diberi garam lalu didiamkan sampai kubis mengeluarkan air yang rasanya dominan asam dan asin. Biasanya untuk membuat Sauerkraut ini juga ditambah dengan bahan lainnya seperti wortel, apel, dan bawang putih agar rasanya makin lezat dan bervariasi. Kalau di German, mereka menjadi sauerkraut sebagai pelengkap makanan utama mereka seperti ketika makan steak, sosis, dan daging asap.



2.Kimchi (Korea Selatan, Asia)

sumber: koreanfoodgallery

Ini dia yang sekarang lagi digandrungi banyak orang dan selalu membuat penasaran siapa saja yang belum mencicipinya. Kimchi dari Korea Selatan. Makanan fermentasi yang satu ini sudah ada sejak 2000 tahun silam di Korea dan sampai sekarang menjadi menu yang wajib ada di restoran-restoran di Negeri Ginseng tersebut.

Kimchi yang memiliki warna orange kemerahan menggoda ini terbuat dari kubis dan bisa juga lobak yang diiris-iris lalu dicampur dengan lada, bawang putih, daun bawang, dan jahe. Zaman dahulu kimchi disimpan dalam gentong-gentong besar yang terbuat dari tanah liat lalu ditutup rapat dan disimpan sampai proses fermnetasi selesai. Kimchi biasanya dimakan bersamaan dengan soup atau nasi.



3.Cucumber Pickles (Amerika Serikat)

sumber: thekitchenismyplayground

Kalau dengar nama Cucumber Pickles pasti yang terbayang adalah acar timun yang sering kita paka untuk pelengkap nasi goring. Tapi ternyata acar timun yang ada di Amerika ini berbeda dengan yang kita ketahui, selain cara pengolahannya juga sedikit berbeda, timun yang digunakan pun jenis lain. Pickles menggunakan timun dill, timun ini memiliki tekstur kulit yang bergerigi kasar dan warnanya hijau atau kuning keemasan. Acar Amerika ini tidak dipotong-potong kecil terlebih dahulu tapi hanya dibagi 2 – 3 potongan memanjang.

Kalau di Indonesia acar pasti selalu jadi pelengkap tidak pernah dimakan sendiri sedangkan pickles ini sering sekali dijadikan cemilan saja tapi ada juga yang dicampurkan dalam makanan lain seperti dicampur dalam sup atau dijadikan salah satu isian burger.



4.Dadiah (Sumatera Barat, Indonesia)

sumber: indonesiakaya

Di Indonesia juga ada makanan hasil fermentasi yang tidak kalah lezat dan spektakuler bahkan bisa dibilang diantara yang lain makanan inilah yang paling unik, yaitu Dadiah. Biasanya Dadiah ini hanyalah sebagai makanan sampingan dikala santai atau sore hari.

Salah satu hal yang membuat dadiah ini unik adalah bahannya yang harus terbuat daru susu kerbau segar, tidak boleh dan tidak bisa dari susu sapi karena nanti tidak akan tercipta tekstur padat yang lembut. Susu kerbau segar ini lalu dimasukkan dalam ruas-ruas bamboo lalu ditutup rapat dan didiamkan saja sampai 1 atau 2 hari, jadilah dadiah dengan rasa asam susu yang khas. Berbeda dengan yogurt yang pembuatannya harus menggunakan mikroba khusus untuk proses fermentasinya.

Keunikan lainnya ada di cara penyajiaanya. Dadiah akan disajikan bersamaan dengan emping beras lalu disiram dengan gula aren manis atau beberapa orang justru menikmatinya bersama dengan nasi dan sambal balado. Yang satu ini Penyuka Masak wajib mencoba!

Dari keempat makanan fermentasi yang berasal dari negara-negara berbeda mana yang paling Penyuka Masak sukai? Yuk, share juga masakan Penyuka Masak di sukamasak.com.

Bagikan ke:

Berikan penilaianmu tentang artikel dan tips di atas

Login untuk memberi komentar