Mengatasi Anak Yang Hobi Jajan

Admin Sukamasak

Apa yang Penyuka Masak khawatirkan ketika meninggalkan anak disekolah? Salah satu yang paling sering dialami oleh para ibu adalah “jajan sembarangan”. Ketika anak tidak diawasi oleh kita, para orang tua tentunya jajanan-jajanan yang dibeli dan dikonsumsi oleh buah hati pun tidak bisa dikontrol dan tidak bisa dilarang. Padahal dizaman sekarang jarang sekali ada jajanan pinggir jalan yang benar-benar bersih, baik, dan tidak menggunakan bahan yang berbahaya.

Namun apa daya, jajanan-jajanan tersebut memiliki rasa yang lebih enak dan tampilan lebih menarik ketimbang makanan sehat seperti sayuran, buah, susu, dan bahkan bekal yang kita sediakan untuk dimakan oleh buah hati ketika istirahat. Akibatnya anak-anak akan menjadi keranjingan jajanan pinggir jalan hingga sulit dirayu untuk makan makanan lain. Kita sebagai orang tua janga sampai kehabisan akal untuk mengatasi apalagi sampai emosi dan marah besar kepada anak karena nantinya hal tersebut akan membuat anak takut dan makin tidak mau makan.

 Nah, supaya rasa khawatir kita menghilang dan buah hati tercinta tetap terjaga kesehatan, yuk simak bersama beberapa cara yang bisa dicoba untuk mengatasi anak yang hobi jajan sembarangan, ini dia:

1.       Memberikan Penjelasan Secara Lembut Dan Melalui Visual

 

Sumber: huffingtonpost

Hal pertama yang harus kita lakukan tentunya adalah menjelaskannya bahwa ada jajanan yang baik dan jajanan yang buruk dengan bahasa yang baik, sopan, dan jelas tanpa emosi. Beri tahu ia dengan bahasa anak-anak dan gunakanlah banyak gerakan atau visual.

Contohnya saja gunakan boneka tangan, beberapa gambar lucu di kertas yang bisa dicari di internet, dan contoh bungkusan jajanannya. Jelaskan pada si anak bahwa jenis jajanan seperti snack tidak boleh dimakan setiap hari dan hanya boleh satu bungkus dan beri dia peraturan yang tegas kalau melanggar akan dapat hukuman sedangkan kalau dia sukses mematuhi akan dapat hadiah kecil seperti mainan, alat tulis baru, pudding, atau ice cream yang bisa kita buat sendiri.

 Memberikan penjelasan pada anak tentang bahaya jajan sembarangan ini tidak bisa hanya sekali, harus berkali-kali hingga tertanam pada perilaku si anak.

2.       Selalu Sediakan Cemilan Sehat Buatan Sendiri Di Rumah

 

Sumber: sukamasak

Hobi jajan anak bisa saja disebabkan karena dirumah tidak ada makanan yang disukainya atau si ibu justru jarang masak sendiri dan cenderung sering membeli makanan di luar rumah. Nah, perlikau ini yang akan diikuti anak tanpa ia sadari. Maka dari itu mulai sekarang ubah lah kebiasaan Penyuka Masak yang terlalu konsumtif dalam membeli makanan diluar.

 

Sumber: sukamasak

Cobalah bikin dirumah cemilan-cemilan kecil yang mudah, seperti pudding warna-warni, es mambo, keripik, atau bahkan cookies-cookies kecil dari cokelat yang resep-resepnya selalu bisa dicari di sukamasak.com, seperti Pastel Telur Bakso dan Bolu Klasik Cokelat ChipKalau Penyuka Masak merupakan seorang ibu yang bekerja, sempatkan di hari Sabtu atau Minggu untuk membuat stok cemilan selama seminggu ke depan dan ajak anak untuk membuatnya. Dengan cara ini si anak akan tahu bahwa makanan di rumah ternyata lebih enak.

3.       Bawakan Bekal Yang Kreatif Dan Kesukaan Buah Hati

 

Sumber: sukamasak

Tetap membuat perut anak kenyang hingga pulang sekolah adalah salah satu cara mengurangi hobi jajannya. Caranya hanya dengan membawakan bekal tetapi bukan sembarang bekal. Karena kalau hanya bekal biasa pasti anak tidak akan tertarik dan beralih kembali ke jajanan jalanan.

Di sinilah kemampuan Penyuka Masak sebagai seorang ibu yang baik diuji, apakah bisa membuat bekal yang membuat anak habis melahapnya atau tidak. Hal ini tidaklah sulit karena Penyuka Masak bisa menemukan cara membuat bekal kreatif dengan mudah. Beberapa contoh bekal kreatif bisa Penyuka Masak temui di sukamasak.com, misalnya resep Mie Goreng FILMA, Mie Goreng Sarang Burung, dan Nasi Lemak Badut Ceria

 Selain memberikan bekal yang menarik, supaya kita yakin si anak akan menghabiskannya berikan reward and punishment yang bisa berupa apa saja. Contohnya, jika ia menghabiskan bekalnya dan tidak jajan berikan ia satu cup ice cream untuk sore hari sambil bermain sepuasnya sedangkan jika ia melanggar, hilangka jatah snack sore hari dan waktu mainnya. Cara ini akan membuat anak paham bahwa kalau ia patuh maka akan diberi penghargaan.

4.       Jadilan Contoh Untuk Buah Hati

 

Sumber: Georgeinstitute

Perilaku anak waktu kecil pasti hasil dari mengikuti orang-orang disekitarnya. Jika Penyuka Masak saja jarang makan di rumah bersama si kecil dan lebih memilih membeli makanan tentu ia juga mengikutinya atau jika Penyuka Masak jarang membawa bekal ke kantor, si kecil akan berpikir “kenapa hanya aku yang harus membawa bekal sedangkan ibu dan ayah tidak?”.

Maka dari itu, Penyuka Masak harus menjadi contoh pertama untuk si anak. Lakukan juga hal-hal yang ingin kita tanamkan pada anak kepada diri sendiri. Selain itu tentunya kita sendiri pun akan menjadi lebih sehat.

5.       Konsistensi Terhadap Aturan Dan Kebiasaan

 

Sumber: 1stclasstutoring

Aturan yang kita berikan kepada anak serta kebiasaan baru yang kita ajarkan kepada anak memerlukan konsistensi yang kuat dan keberlanjutan agar tertanam baik pada diri si anak. Jika sekali saja kita melewatkan kebiasaan tersebut maka harus mengulang dari awal. Maka dari itu kita sebagai orang tuanya harus tegas kepada diri sendiri dalam menerapkan aturan-aturan tersebut.

Selalu sediakan rencana kedua untuk keadaan-keadaan darurat, misalnya selalu sediakan roti tawar, selai, atau meises di rumah yang bisa dengan cepat disiapkan ketika kita tidak sempat membuatkan bekal khusus si anak. Jangan sesekali memberikan uang jajan lebih sebagai jalan keluarnya karena sama saja artinya dengan mengizinkan ia jajan

Setelah mengetahui cara-cara diatas tentunya penasaran kan dengan cemilan-cemilan apa saja yang mudah dibuat, sehat, tapi tetap enak dan pasti akan disukai anak? Yuk, langsung saja lihat artikel Menu Superfood Untuk Buah Hati.

Bagikan ke:

Berikan penilaianmu tentang artikel dan tips di atas

Login untuk memberi komentar