Fakta Dibalik Mitos-Mitos Tentang Coklat Yang Harus Kamu Ketahui

Admin Sukamasak

Apakah Penyuka Masak penggemar berat coklat dalam berbagai macam sajian? Coklat memang makanan yang sangat populer di seluruh negara. Hampir semua orang suka dengan coklat. Karena kepopuleran banyak sekali mitos-mitos seputar cokelat yang bersebaran. Dari mitos yang baik hingga mitos buruk yang membuat orang takut. Apakah semua mitos itu merupakan fakta?

 

Mitos 1: Cokelat Memiliki Kandungan Kafein Yang Tinggi

Faktanya, kadang ketika selesai makan coklat kita akan merasa lebih bersemangat makanya diduga ada efek kafein di dalamnya, cokelat sebenarnya tidak mengandung kafein yang terlalu tinggi bahkan tergolong sangat rendah. sepotong coklat batangan ataupun segelas susu coklat, keduanya hanya mengandung 6 mg kafein, jumlah yang sama terkandung dalam secangkir kopi tanpa kafein, dimana biasanya kopi mengandung 65 - 135 mg kafein.

Mitos 2: Coklat Memiliki Gizi Yang Rendah

Faktanya, COklat adalah sumber yang baik dari magnesium, tembaga, besi, dan seng. Coklat juga mengandung polifenol yang bermanfaat untuk menurunkan risiko penyakit koroner. Menurut sebuah studi di Amerika dan Itali, satu porsi dark chocolate mengandung lebih banyak antioksidan daripada susu.

Mitos 3: Coklat Menyebabkan Jerawat

Faktanya, studi yang telah dilakukan dalam dua puluh tahun terakhir telah mengeliminasi coklat sebagai penyebab jerawat. Bahkan, banyak ahli kulit meragukan pernyataan bahwa diet memberikan banyak pengaruh terhadap perkembangan jerawat. Jerawat diyakini disebabkan oleh kombinasi dari jumlah bakteri yang tinggi dan minyak yang ada pada kulit.

 

Mitos 4: Coklat Menyebabkan Kenaikan Berat Badan

Faktanya, sebatang coklat rata-rata mengandung 220 kalori, jumlah itu cukup rendah untuk menjadi bagian dari diet berat badan jika makanan berkalori tinggi lainnya dikurangi. Menikmati sepotong coklat dapat mengunrangi risiko makan "kalap" yang dapat terjadi ketika merasa sangat menginginkan makanan favoritmu.

Mitos 5: Coklat Menyebabkan Sakit Kepala

Faktanya, hal ini sudah menjadi salah satu pandangan umum, namun sebauh studi di University Of Pittsburgh, USA, telah menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara coklat dan sakit kepala. Sakit kepala secara ilmiah disebabkan oleh zat amina yang terkandung dalam makanan seperti keju cheddar, kacang, daging, dan alkohol. Jadi, jelas coklat tidak termasuk di dalamnya

Bagikan ke:

Berikan penilaianmu tentang artikel dan tips di atas

Login untuk memberi komentar