Makin Tenang Konsumsi Makanan, Berkat Margarin Halal

Admin Sukamasak

Siapa sih yang tidak ingin menyediakan dan menyantap menu-menu spesial selama Bulan Ramadan. Salah satu bahan makanan yang ditambahkan dalam pembuatannya adalah margarin, yang banyak digunakan dari olesan roti, memasak, hingga membuat kue. Bukan hanya memperhatikan citarasanya yang kian lezat, tapi wajib juga dicermati halal tidaknya. Selain lebih teliti membaca labelnya, berikut cara untuk memastikannya.

Cek Kandungan Lemak Hewani

Margarin ditemukan pertama kali di Perancis sekitar tahun 1869, karena dipicu harga mentega yang sangat mahal saat revolusi industri. Sehingga banyak masyarakat yang tidak mampu membelinya. Hampir sama dengan mentega, margarin pun memiliki kandungan lemak yang cukup tinggi, antara 80-90 persen dan didapat dari minyak dan lemak, baik nabati, hewani, maupun ikan.

Dari bahan baku pembuatannya, margarin termasuk bahan makanan yang rawan kehalalannya. Kandungan lemak hewani, baik itu lemak sapi yang tidak disembelih secara islami, atau bahkan lemak babi, bisa terjadi terutama di Eropa dan Amerika, di mana umat muslim menjadi minoritas.

Cek Keterangan Bahan Tambahan

Untuk memperkokoh tekstur margarin agar tidak mudah leleh saat disimpan di suhu ruangan, ditambahkan bahan pengemulsi. Kebanyakan emulsifier dibuat dengan melibatkan asam lemak atau gliserida, yang dapat berasal dari tanaman atau hewan, sehingga bisa diragukan kehalalannya. Begitu juga lesitin yang bisa berasal dari kedelai atau yang melibatkan enzim fosfolipase A yang diperoleh dari pankreas babi.

Penambahan pewarna karoten yang memberikan warna kuning cerah pun wajib diwaspadai. Di dalamnya, terdapat carrier yang bisa didapat dari gelatin yang terbuat dari babi, sapi, atau ikan. Pastikan untuk mencermati bahan-bahan yang dicantumkan pada label kemasan, untuk mengetahui status halal tidaknya produk margarin.

Cek Proses Pembuatan

Untuk menghasilkan margarin, diperlukan beberapa tahap pembuatan. Mulai dari persiapan fase air, pencampuran minyak atau lemak, pembuatan emulsi, pendinginan, dan pengulenan. Karena terbuat dari lemak nabati, aromanya memang kalah enak dibanding mentega, sehingga beberapa produsen memutuskan untuk mencampurnya atau menambahkan proses fermentasi lemak. Dikenal juga dengan roombotter, proses ini melibatkan bakteri asam laktat yang berasal dari binatang, untuk menghasilkan bau yang wangi dan tajam.

Biasakan untuk mencari label halal dari MUI dan membaca dengan teliti bahan yang tercantum dalam kemasannya. Jatuhkan pilihan pada Filma Margarin yang terbuat dari 100 persen bahan nabati yang diolah dengan teknologi khusus, sehingga halal, bebas kolesterol, dan bebas lemak trans. Selain itu, margarin serbaguna ini juga kaya nutrisi, seperti

Omega 9 dan 6 yang menjaga kadar kolestrol tubuh, vitamin A, B1, B2, B3, D, dan E yang baik bagi kesehatan.

Selain rasa, pilih margarin terbaik yang terjamin halal dan menyehatkan.

Bagikan ke:

Berikan penilaianmu tentang artikel dan tips di atas

Login untuk memberi komentar