Martabak Manis, Menu Andalan Anak Indekos di Bulan Puasa

Admin Sukamasak

Tinggal di perantauan mesti pintar-pintar mengatur keuangan, apalagi berurusan dengan makanan. Di bulan puasa ini, anak indekos bisa sedikit berhemat karena hanya makan pada sahur dan buka puasa. Sesekali, miliki menu istimewa yang jadi andalan di saat lapar, seperti martabak manis yang kini ngehits dengan aneka topping.

Sayangnya, kandungan kalori dan lemaknya yang cukup tinggi berisiko membuatmu kelebihan berat badan. Untuk membuat martabak manis lebih sehat, terapkan kiat-kiat berikut ini.

 

Pilih Lemak Nabati

Martabak manis dibuat dengan mengoleskan butter yang membuatnya memiliki aroma dan citarasa khas. Tapi butter yang berbahan utama susu ini merupakan sumber kolesterol dan lemak jenuh, yang kurang baik bagi kesehatan tubuh, terutama jika dikonsumsi berlebihan.

Lebih baik pilih margarine yang terbuat dari lemak nabati yang bebas kolesterol, seperti Filma Margarine yang halal dan tidak mengandung lemak trans. Selain memberikan citarasa gurih, margarine serbaguna ini juga mengandung nutrisi penting, seperti Omega 6 dan 9 yang menjaga kadar kolesterol serta vitamin A, B kompleks, D, dan E yang mendukung sistem kekebalan tubuh.

 

Kurangi Pemakaian Gula

Saat proses pemasakan martabak manis, penjual akan menaburkan gula pasir untuk memberikan rasa manis dan garing. Padahal ini sumber kalori yang hanya membuat tubuh cepat lemas dan mudah merasa lapar. Lebih baik hilangkan penggunaan gula dan ganti dengan topping lainnya, seperti selai cokelat, kacang, atau madu. Bisa juga memesan martabak manis yang menyertakan potongan buah di dalamnya, seperti pisang, strawberry, hingga kurma.

 

Minimalkan Konsumsi Keju

Siapa sih yang tidak menyukai limpahan keju di atas martabak manis. Sayangnya kandungan lemaknya yang cukup tinggi dapat mengganggu kesehatanmu. Untuk memberikan citarasa gurih, ganti saja dengan kacang-kacangan seperti kacang tanah atau almon, maupun wijen yang kaya antioksidan.

 

Makan 1-2 Potong

Walau lapar setelah seharian berpuasa, bukan berarti sekotak martabak manis bisa langsung dilahap, lho. Karena kandungan lemak dan kalorinya yang masih cukup tinggi, batasi diri untuk menyantap 1-2 potong saja untuk mengembalikan energi yang hilang setelah beraktivitas sepanjang hari. Jika masih terasa lapar, minum segelas susu low fat atau seimbangkan dengan konsumsi buah maupun sayuran.

Sesekali menjadikan martabak manis sebagai menu spesial berbuka puasa boleh-boleh saja, asal perhitungkan asupan kalorinya agar tidak menderita kelebihan berat badan.

Bagikan ke:

Berikan penilaianmu tentang artikel dan tips di atas

Login untuk memberi komentar