5 Jajanan Tradisional Yang Telah Berevolusi

Admin Sukamasak

Salah satu hobi orang Indonesia adalah jajan maka dari itu Indonesia sangat kaya akan macam-macam jajanan tradisional, dari jenis jajanan kue basah, gorenga, hingga kue kering. Kue cubit, surabi, ketan, kue pancong, hingga cireng merupakan beberapa nama jajanan tradisional yang sangat digandrungi sejak dahulu kala.

Demi menyesuaikan dengan zaman dan tetap disukai oleh banyak orang, kini jajanan tradisional tersebut sudah berevolusi menjadi lebih modern. Dengan sedikit modifikasi seperti menambah rasa, mengubah bentuk, dan perubahan lainnya jajanan tradisional tercinta ini tetap menjadi primadona. Berikut 5 jajanan tradisional yang telah berevolusi:

1. Kue Cubit

Tidak ada yang tahu pasti siapa yang mengawali penjualan kue cubit. Namun, jajanan satu ini sempat menjadi tren pada tahun 90an. Sama seperti penemu resepnya, tidak ada pula yang bisa memastikan mengapa kue ini diberi naman kue cubit. Kemungkinan karena ukurannya yang mini seukuran cubitan orang dewasa.

Kini kue cubit kembali naik daun dengan berbagai macam modifikasi. Diantaranya modifikasi rasa, dari rasa yang paling sederhana seperti cokelat dan keju hingga rasa yang unik seperti green tea dan red velvet. Modifikasi rasa ini sangat efektif untuk mempertahankan kepopuleran kue cubit di saat banyak kue-kue ala barat yang masuk ke Indonesia.

2. Kue Pancong

Popularitas kue pancong juga tak kalah dari kue cubit. Pada masa jayanya, kue ini udah sekali ditemukan ditengah-tengah kota terutama di dekat sekolah dan kampus. Awalnya kue pancong hanya disajikan apa adanya atau biasa disebut original. Namun sekarang kue pancong berubah menjadi teman minum kopi di kafe-kafe dan ditambah dengan berbagai macam topping seperti cokelat dan keju.

Selain itu, Anda juga bisa memilih tingkat kematangan dari kue pancong dari setengah matang hingga matang seluruhnya tergantung dari selera.

3. Es Potong

Bagi mereka yang hidup di era 80an hingga 90an, es potong menjadi incaran dikala panas terik atau ketika ingin sesuatu yang dingin namun murah. Dahulu es potong dimakan dengan tusukan lidi atau stick es namun kini es potong disajikan dengan setangkup roti tawar. Dari variasi rasa pun lebih banyak, muncul rasa baru seperti green tea, hazelnut, dan cookies cream.

4. Surabi

Surabi dulunya merupakan makanan tradisional khas Bandung yang disajikan dengan kuah santan hangat. Bahan dasarnya adalah adonan tepung dan ketan. Namun tentu dengan komposisi sederhana tersebut, surabi sempat tak mendapat tempat di hati anak muda.

Tapi semua berubah ketika kemunculan surabi modifikasi. Surabi muncul dengan perubahan tampilan yang lebih segar dan menggugah selera. Ukurannya menjadi lebih kecil dan pengunjung bebas memilih berbagai macam topping modern yang tersedia, seperti keju, sosis, susu, meses bahkan telur. Mungkin sebutannya kini menjadi Pancake Ala Indonesia.

5. Cireng

Gorengan yang satu ini awalnya sangat sederhana hanya terbuat dari aci dan beberapa bumbu kemudian digoreng. Namun, sekarang cireng dikemas menjadi lebih modern dan eksklusif.

Cireng hadir dengan berbagai macam rasa sambal dari sambal petis hingga sambal rujak. Selain itu ada pula cireng yang diberi isian seperti keju, cokelat, kornet, dan stroberi. Pada awalnya cireng hanya jajanan pinggir jalan murah, kini cireng sudah masuk menjadi cemilan modern yang cocok disantap dimana saja bahkan direstoran mewah sekalipun.

Bagikan ke:

Berikan penilaianmu tentang artikel dan tips di atas

Login untuk memberi komentar