Tempe adalah makanan hasil fermentasi biji kedelai dengan beberapa jamur kelas Rhizopus, yang hasilnya dikenal dengan sebutan ragi tempe. Secara umum, tempe berwarna putih dengan tekstur padat dan memiliki aroma khas yang ditimbulkan oleh degradasi komponen kedelai saat masa fermentasi. Makanan tradisional ini pertama kali dikenal oleh masyarakat Jawa, Indonesia berabad-abad lalu kemudian berkembang hingga ke mancanegara seperti Amerika dan Eropa.

Tempe memiliki komposisi kadar protein, lemak dan karbohidrat yang tidak banyak berubah dari kedelai. Namun melalui proses fermentasi, kandungan-kandungan tersebut justru lebih mudah dicerna oleh tubuh. Oleh karena itu tempe baik diolah sebagai menu masakan sehari-hari bagi segala kelompok umur, mulai dari bayi hingga lansia. Tempe juga mengandung serat pangan, kalsium, vitamin B, zat besi, bahkan hingga antioksidan yang baik bagi tubuh.

Manfaat kesehatan:

Selain digunakan pada aneka resep masakan Indonesia ataupun Asia, tempe juga memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan. Dengan kandungan protein yang tinggi, tempe mudah dicerna oleh tubuh sehingga baik untuk mengatasi diare. Bukan hanya itu, berkat kandungan zat besi dan zat antioksidannya, tempe juga dapat berkhasiat menurunkan tekanan darah bagi penderita tekanan darah tinggi. Tempe juga baik dikonsumsi oleh penderita anemia karena mengandung zat besi, tembaga, seng, protein, asam folat dan vitamin B12 yang dapat meningkatkan hemoglobin dan mengatasi anemia. Kemudian, dengan sifat anti oksidan dan daya hipokolesterol yang dimilikinya, tempe juga berguna untuk menolak kanker dan menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.  

Kreasi masakan yang menggunakan tempe:

 

Tempe bacem, tempe masak kecap, tempe penyet, tempe bumbu bali.

Bagikan ke: