Cabai rawit adalah salah satu jenis cabai yang termasuk dalam genus Capsicum. Buahnya kecil, namun rasanya lebih pedas dibandingkan cabai besar biasa. Bahkan menurut Skala Scoville (skala ukuran kepedasan cabai secara internasional), kepedasan cabai rawit mencapai nilai 50.000 – 100.000. Tanaman ini berwarna hijau saat muda dan berubah warna menjadi merah pada saat tua.

Selain di Indonesia, cabai rawit juga tumbuh dan populer di negara Asia Tenggara lainnya. Di Malaysia dan Singapura, si pedas ini dikenal dengan  cili padi, sedangkan di Filipina disebut dengan siling labuyo, dan di Thailand bernama phrik khi nu. Sedangkan dalam bahasa Inggris, dikenal dengan nama Thai pepper atau bird’s eye chili pepper.

Manfaat kesehatan:

Cabai rawit mengandung kapsaisin, kapsantin, karotenoid, alkaloid, resin, minyak asiri, serta vitamin A dan C. Dengan kandungan-kandungan ini, cabai rawit berkhasiat untuk menambah nafsu makan, menormalkan kembali kaki dan tangan yang lemas, meredakan batuk berdahak, melegakan hidung tersumbat pada sinusitus, serta mengurangi migrain

Khasiat lain dari cabai rawit adalah mengurangi terjadinya penggumpalan darah (trombosis) dan menurunkan kadar kolestrol. Tingginya kandungan zat antioksidan pada bumbu ini (seperti vitamin C dan betakaroten) juga dapat digunakan untuk mengatasi ketidaksuburan (infertilitas), afrodisiak, dan memperlambat proses penuaan.

Meskipun memiliki banyak manfaat  bagi kesehatan, jumlah konsumsi cabai rawit perlu diperhatikan. Masalahnya, tidak setiap orang boleh mengonsumsi cabai rawit secara berlebihan. Pengidap sakit tenggorokan, sakit mata, dan penderita gangguan saluran pencernaan, tidak dianjurkan mengonsumsi cabai rawit.

Resep makanan yang menggunakan cabe rawit:

Nasi daging cabai rawit, lomie cabai rawit, soto banjar, cumi masak rawit.

Bagikan ke: