Orang jepang biasa menyebutnya shottsuru, sedangkan masyarakat Thailand mengenal kecap ikan dengan nama nam pla. Proses membuat kecap ikan cukup panjang. Pertama, ikan dihaluskan kemudian difermentasikan dengan garam, lalu disimpan dalam wadah tertutup selama beberapa bulan. Selanjutnya, disaring agar menghasilkan cairan bebas ampas yang kemudian disebut kecap ikan. Kecap ikan dengan karakteristik rasa yang asin dan berbau ikan seringkali digunakan sebagai bumbu untuk memasak, celupan seafood, dan kebanyakan masakan yang berasal dari Timur menggunakan kecap ini.

Belakangan ini pembuatan kecap ikan dipersingkat dengan menambahkan enzim proteolitik sebelum ikan difermentasi agar dapat mempersingkat proses pembuatan kecap jenis ini. Kecap ikan dikenal juga dengan petis ikan, namun petis ikan teksturnya lebih kental karena ditambahkan dengan sedikit tepung. Namun biasanya produk petis ikan ini mutunya rendah dibanding kecap ikan produksi Negara Asia Tenggara lainnya karena perbandingan nitrogen dan garamnya rendah.

Bagikan ke: