Simpang siur Kadar alkohol dalam Peuyeum Ketan/ Tape

image/old/1307_1298724381_37676103_0.jpg

Selama ini di masyarakat berkembang keraguan sekaligus mitos tentang Kadar Alkohol/ Ethanol dalam makanan tradisional Peuyeum Ketan. Namun setelah setahun yang lalu saya bersamam tim dari BPOM & MUI JABAR melakukan test dan uji coba pada Peuyeum Ketan yang kebetulan saya produksi (Kebetulan saya produsen Peuyeum Ketan, meneruskan usaha keluarga dari sejak tahun 1962) Saya terjun ke dunia kuliner mulai tahun 2000 lalu. Dengan waktu yang cukup panjang dan biaya yang tidak sedikit, kami melakukan test uji kadar 'ethanol', saya di audit (Diperiksa dari hulu ke hilir mulai bahan baku, beli nya dimana, proses nya bagaimana, pasca produksi nya bagaimana, berapa lama penyimpanannya dan bagaimana menyimpan produknya.... dll dsb, akhirnya saya memutuskan Peuyeum Ketan yang saya produksi untuk diuji di Laboratorium Mikrobiologi UNPAD Jatinangor. Saya temui langsug kepala Laboratoriumnya, Ibu DR. Ratu yang baik dan telaten menjelaskan dan menguji sample peuyeum yang cukup banyak saya bawa. Setelah di uji, ternyata kadar Ethanol/ Alkohol (red) peuyeum ketan itu hanya tinggi di hari pertama matang (Setelah 3 hari fermentasi, yaitu 1,308 dan hari-hari berikutnya kadar Ethanol makin menurun. Ketika saya kemudian bertanya pada Ibu Ratu, "Kok makin bertambah hari, kadang kita menemui aroma yang menyengat dari Peuyeum Ketan, itu kenapa bu ?" ... Ternyata aroma yang menyengat di hari-hari berikutnya adalah hasil reaksi ethanol dengan ragi yang masih aktif, dan akan timbul rasa 'asam' yang disebut dengan ASAM LAKTAT, bukan ALKOHOL. Demikian data yang kami peroleh dari penjelasan Ibu Ratu tersebut. Dari dasar ini kemudian hasl uji kami serahkan ke tim Sidang di MUI-JAWA BARAT dan alhamdulillah, Peuyeum Ketan Istimewa yang kami produksi mendapat sertifikat HALAL dan tetap akan kami pertanggungjawabkan setiap 2 tahun sekali untuk di audit kembali. Ini sebagai bukti dan komitmen kami untuk menjaga kenyamanan pelanggan yang sudah bertahun-tahun menjadi pelanggan kami. Semoga tulisan ini bermanfaat. Untuk tabel hasil uji laboratorium selengkapnya, insya Allah akan saya posting di artikel berikutnya.

Komentar :

Silahkan masuk atau daftar dahulu untuk memberikan komentar

Mardianah

"kalau tape ketan buatan sendiri gimana cara mengira kadar ethanol/ alkoholnya ya????"

Endah Gandjarsari

"agak repot juga kalau mau cek kadar alkohol peuyeum buatan sendiri, Tapi dari 2 hasil cek uji ethanol di Laboratorium & mahasiswa yang penelitian khusus .... dua-duanya menyimpulkan sama : Kadar Ethanol hanya tinggi di hari ketiga sejak Tape diperam, jadi begitu mulai manis,... nah cenderung ethanol sedang tinggi (Tapi tidak melebihi 1,308 saja. Batas aman 5 % yang ditentukan di MUI.... Semoga tidak was-was lagi mengkonsumsi tape yaa. karena kita tidak sengaja membuat khamr .... ethanol hanya dampak proses fermentasi. dan itu pun minimal.... terima kasih tanggapannya .."

Ririn Nuraini

"wah, terimakasih infonya...memang sih aga was-was dengan tape ini. tapi gimana dengan tape2 yang lain?apakah dapat digeneralisir halal juga? terimakasih"

Endah Gandjarsari

"Mba Ririn, selama tape nya tidak beraroma berlebihan, kemungkinan masih aman ke halalan nya. Namun untuk kepastiannya, saya sarankan hanya membeli makanan / tape salah satunya, yang bersertifikat HALAL. Dan di tempat kami sudah memiliki Sertifikat itu. Selamat menikmati Tape ya mba .... semoga tetap suka tape ketan yang aman. :) terima kasih .."