Memilih Jajanan Sehat

Admin Sukamasak

Siapa yang tidak suka jajan? Disaat perut lapar tapi belum waktunya makan, orang-orang kerap membelanjakan uangnya untuk jajanan praktis. Banyak sekali variasi jajanan yang dijual di pasaran. Mulai dari kue tradisional sampai snack dalam kemasan.Warnanya yang mencolok, tampilan yang menggiurkan, serta harga yang murah kadang membuat kita lupa akan bahayanya terhadap kesehatan. Makanan yang diperdagangkan dilingkungan bebas kerap mengundang resiko berbagai penyakit masuk ke dalam tubuh. Untuk itu, diperlukan ketelitian dan kejelian dalam memilih jajanan yang sehat. Simak tips berikut ini:1.Telitilah kandungan gizi yang tercantum dalam kemasan (khusus snack kemasan). Hindarilah makanan yang mengandung monosodium glutamat (MSG) yang berlebihan. Berdasarkan komite di WHO, jumlah MSG yang boleh dikonsumsi oleh manusia per hari adalah 120 miligram (mg) dikalikan dengan berat badan orang tersebut. WHO melarang keras pemberian vetsin pada makanan untuk anak berumur satu tahun.2.Sebisa mungkin cari snack atau jajanan yang terbungkus rapi dan tidak tembus pandang. Jangan beli makanan yang dijual terbuka, apalagi jika dijual di pinggir jalan. Makanan tersebut kemungkinan terpapar debu dan kotoran yang tak kasat mata.3.Selalu perhatikan tanggal kadaluarsa snack dalam kemasan. Untuk jajajan seperti kue atau makanan lain, perhatikan apakah warna serta bau berubah. Warna dan bau yang berubah merupakan salah satu tanda makanan tersebut sudah tidak layak konsumsi. Jangan sekali-kali membeli makanan yang sudah berjamur.4.Amati warna makanan yang mencurigakan. Beberapa jajajan seperti permen, es krim, atau kue basah memiliki warna-warni yang menarik. Jika warnanya terlalu mencolok, biasanya makanan tersebut diolah menggunakan zat pewarna yang tidak aman untuk tubuh.5.Jika memungkinkan, cicipi rasanya. Biasanya makanan yang tidak sehat rasanya sangat tajam, terlalu gurih, dan menimbulkan rasa yang tidak enak ditenggorokan.6.Khusus snack dalam kemasan, usahakan untuk memilih produk yang telah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM. Hal tersebut bisa menjadi jaminan, bahwa makanan yang kita asup sudah layak dan memenuhi kriteria dari pihak yang berwenang.

Bagikan ke:

Berikan penilaianmu tentang artikel dan tips di atas

Login untuk memberi komentar

Comment

Luluk Sri Wahyuni Ningsih

makin tahu deh,dan harus teliti sebelum memilih. makasih infonya...

January 23, 2014