Mengenal Keracunan Makanan Lebih Dalam

Admin Sukamasak

Keracunan makanan tidak bisa disepelekan loh, Penyuka Masak. Kemungkinan ini bisa terjadi ketika makanan atau minuman yang kita asup terkontaminasi oleh virus, bakteri, atau parasit. Pada umumnya, keracunan makanan bisa ditangani sendiri dengan perawatan dari rumah, tapi terkadang, perawatan klinis mungkin saja diperlukan. Apa yang menyebabkan keracunan makanan bisa terjadi? Simak selengkapnya di artikel ini ya.

Penyebab

Makanan yang kita asup rentan sekali terkontaminasi. Hal ini bisa terjadi pada fase produksi, penjualan, ataupun saat pengolahan di restoran maupun di rumah.  Keracunan makanan memiliki jenis tersendiri, masing-masing memiliki penyebab yang berbeda. Beberapa penyebab dari kasus yang sering terjadi, yaitu:

>  Daging yang terkontaminasi dengan jeroan atau bahkan kotoran hewan lainnya yang tidak dimasak cukup lama, sehingga bakterinya belum mati.

>  Air yang digunakan untuk mencuci atau memasak mengandung kotoran manusia atau hewan.

>  Orang yang mempersiapkan makanan tidak mencuci tangannya terlebih dahulu.

>  Perangkat memasak, talenan, dan peralatan dapur lainnya yang digunakan saat mengolah masakan tidak bersih.

>  Makanan yang disimpan sembarangan atau dibiarkan begitu saja di tempat yang memiliki suhu dimana bakteri dapat berkembang biak dengan mudah.

Berbagai macam bahan makanan yang dapat terkontaminasi seperti kasus di atas adalah sebagai berikut:

>  Ikan, jenis kerang-kerangan, daging, dan telur mentah atau undercooked (dimasak setengah matang).

>  Produk susu, jus sayur atau buah yang tidak melalui proses pasteurisasi.

>  Makanan yang mengandung mayones (termasuk salad kentang) yang disimpan di kulkas terlalu lama.

>  Makanan beku yang dibiarkan terlalu lama di suhu ruangan atau yang tidak dipanaskan dengan suhu yang tepat.

>  Makanan kalengan.

>  Ikan yang diasap atau diasinkan.

>  Air minum yang diproduksi secara asal, termasuk air sumur dan air sungai.

Gejala Umum

Baik gejala yang ringan maupun parah bisa saja terjadi pada orang yang keracunan makanan; tergantung dari jenis keracunannya dan banyaknya infeksi yang ada. Dari dehidrasi sampai hilang kesadaran mungkin saja terjadi. Beberapa gejala umum keracunan makanan yang mungkin terjadi:

>  Nyeri usus atau keram

>  Mual dan muntah

>  Pusing

>  Demam dan meriang

>  Diare (mungkin saja berdarah)

>  Sakit kepala hebat

>  Lemah

>  Dehidrasi

Pencegahan

>  Jagalah kebersihan

1. Selalu cuci tangan sebelum mulai memasak dan sebelum makan. Jangan lupa juga untuk mencuci tangan setelah menyentuh daging mentah. Cucilah tangan selama 20 detik dengan sabun dan air yang mengalir. Gosok sela-sela jari, area dibawah kuku, dan punggung tangan.

2. Bersihkan permukaan dan peralatan memasak setelah digunakan. Mencuci dengan air saja tidak cukup. Gunakan air sabun hangat untuk membersihkan peralatan memasak dan talenan.

3. Cucilah secara seksama, beri perhatian lebih terhadap bahan makanan dan peralatan dapur yang sudah bersentuhan dengan daging, ikan, daging unggas-unggasan, dan telur mentah.

> Hindari kontaminasi silang

1. Pisahkan makanan instan jauh dari daging mentah, produk unggas-unggasan, ikan, dan telur ketika berbelanja di super market maupun saat memasak, dan di dalam kulkas. Misalnya, jangan menaruh daging matang di wadah yang sama dengan bahan makanan mentah.

2. Gunakan peralatan masak yang berbeda, talenan, dan piring untuk buah dan sayur mentah dengan produk makanan hewani lainnya.

> Masak dengan temperatur yang tepat

1. Gunakan thermometer khusus untuk makanan ketika memasak untuk memastikan bahwa bahan makanan sudah mencapai titik matang minimum. Temperatur untuk steak dan menu panggang lainnya harus mencapai minimal 63° C, daging sapi giling harus dimasak minimal 72° C. Daging unggas matang harus dimasak minimal 74° C, daging babi minimal 72° C, dan ikan minimal 63° C. Sedangkan telur harus dimasak sampai kuning telurnya mengeras.

2. Panaskan makanan beku dengan microwave sesuai dengan waktu yang telah ditentukan di kemasan, atur suhu agar mencapai 74° C atau lebih.

3. Jangan biarkan makanan disimpan terlalu lama di tempat yang bersuhu 4-60° C, karena pada suhu tersebut bakteri mudah berkembang biak.

Yuk, benahi cara memasak dan menyimpan makanan kita agar terhindar dari resiko keracunan makanan. Tidak sulit kan? Pencegahan lebih baik dari pada pengobatan loh. :)

Bagikan ke:

Berikan penilaianmu tentang artikel dan tips di atas

Login untuk memberi komentar

Comment

Vicky Febriantama

Wah makasi infonya Min! ^_^

May 28, 2013

Admin Sukamasak

Halo bun, sama2. Terus jalankan hidup sehat ya! :D

May 28, 2013

Ina_mahdinesia

dulu saya pernah pake norit moms.. (first aid)

June 01, 2013

Admin Sukamasak

Halo bun, bisa juga dengan meminum air kelapa murni. Air kelapa mengandung kandungan yang bersifat detoksifikasi dalam tubuh :)

June 03, 2013