Berkenalan dengan Rempah Khas Eropa

Admin Sukamasak

Menggunakan rempah dalam proses memasak adalah salah satu cara paling mudah untuk memberikan cita rasa terbaik untuk makanan. Kegunaan rempah mulai dari memberikan rasa yang lembut, pekat sampai menghasilkan rasa yang kompleks pada sajian.

Rempah termasuk ke dalam keluarga besar tumbuhan aromatik, dan hampir semua jenisnya berwarna hijau dan memiliki minyak esensial. Dalam penggunaannya di dunia kuliner, rempah dibagi menjadi dua macam, rempah halus (delicate herbs) dan rempah kuat (hardy herbs). Dilihat dari struktur tanaman, rempah halus sangat lembut dan mudah hancur. Biasanya rempah halus memberikan citarasa yang lembut (tidak terlalu kuat) pada makanan. Kuat atau tidaknya rasa bergantung pada jumlah penggunaan rempah. Rempah halus yang biasa digunakan dalam masakan Eropa adalah parsley, seledri, dill, tarragon, cilantro, kucai, mint, dan basil.


Rempah kuat ditandai dengan daunnya yang kokoh dan rasanya yang tajam. Rosemary, thyme, oregano, bay leaves, dan curry leaves termasuk ke dalam rempah kuat. Rempah-rempah tersebut memiliki banyak varietas. Varietas ini bisa ditandai dengan warna dan rasa yang berbeda. Contohnya adalah sweet basil lebih cocok digunakan untuk masakan Italia, sedangkan spicy basil cocok digunakan untuk masakan Asia.


Jika Penyuka Masak membeli rempah-rempah segar, pastikan warnanya berwarna hijau terang dan daunnya segar. Jangan pilih rempah yang daunnya sudah kehitaman, berlendir, dan layu. Rempah yang daunnya berwarna kekuningan dan kering, sudah tidak bisa digunakan lagi untuk memasak. Cara yang paling mudah mengidentifikasi rempah adalah dengan mencium aromanya. Aroma rempah segar akan terasa kuat. Rempah yang sudah berbunga juga tidak dapat digunakan dalam masakan karena rempah seperti ini umur tanamannya sudah tua sehingga rasa yang dikeluarkan tidak akan maksimal. Belilah rempah dalam jumlah yang cukup. Pilih rempah yang dikemas dalam kemasan terkecil.


Beberapa rempah seperti cilantro atau seledri biasanya kotor ketika dibeli. Untuk membersihkannya, masukkan ke dalam mangkuk atau baskom berisi air dingin kemudian goyang-goyangkan batangnya sehingga kotoran dan daun kering akan lepas. Ulangi proses tersebut jika masih ada kotoran yang menempel sampai rempah menjadi bersih.

Beberapa hal yang perlu diketahui ketika Penyuka Masak menyiapkan rempah untuk memasak:

1. Sebaiknya gunakan rempah dalam bentuk tangkai (copot tangkai dari batang tanaman) seperti cilantro, seledri, thyme, rosemary, dan oregano. Cara ini akan mempermudah Penyuka Masak dalam menentukan seberapa banyak rempah yang ingin dimasukan dalam masakan. Ada baiknya menambahkan rempah sedikit demi sedikit pada masakan. Rosemary dan lavender memiliki rasa yang kuat sehingga lebih baik sedikit daripada terlalu banyak.

2.Daun rempah bisa dilepaskan dari tangkainya. Lepas daun dengan menariknya berlawanan dengan arah daun tersebut tumbuh. Tangkai atau batang rempah juga jangan dibuang karena masih bisa dipakai untuk membumbui sup atau kaldu. Bahkan akar cilantro biasanya digunakan untuk bumbu masakan Asia tertentu.

3.Ketika menggunakan rempah kuat seperti thyme, memarkan daun dengan menggunakan bagian belakang pisau. Cara ini akan membantu mengeluarkan minyak esensial dari rempah.


4.Semakin halus irisan daun rempah, maka semakin kuat aroma dan rasa yang dihasilkan. Pastikan irisan yang dihasilkan sesuai dengan seberapa kuat rasa yang diinginkan dari rempah tersebut.

5.Rempah segar bisa digantikan dengan rempah yang sudah dikeringkan (dried herbs), begitu juga sebaliknya. Perlu diingat, dried herbs rasa dan aromanya jauh lebih kuat dibanding dengan yang segar. Gunakan perbandingan 1:3 ketika mengganti dried herbs dengan rempah segar. Misalnya, jika dalam resep tertulis satu sendok teh daun basil kering, ganti dengan tiga sendok teh irisan basil segar.

6.Sesaat sebelum menambahkan rempah kering, hancurkan rempah menggunakan jari. Rasa dan aromanya akan lebih “keluar”.

Ketika rempah disatukan dengan masakan atau kuah, cita rasa yang keluar menjadi luar biasa. Agar memperoleh rasa rempah yang maksimal, Penyuka Masak patut mengetahui kapan saatnya untuk menambahkan rempah dalam masakan. Rempah kuat yang segar (bukan dikeringkan) biasanya ditambahkan saat proses memasak dimulai seperti rosemary, thyme, sage, dan daun jeruk. Ini dilakukan untuk melunakkan teksturnya yang cenderung keras sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengeluarkan rasanya. Sedangkan rempah halus yang segar (bukan dikeringkan) biasanya ditambahkan pada akhir proses memasak. Rempah jenis ini tidak dapat dimasak dalam waktu lama atau dimasak dengan suhu tinggikarena rasanya akan berkurang.


Rempah kering, baik halus maupun kuat, biasanya ditambahkan pada awal proses memasak. Karena rempah ini membutuhkan waktu untuk menjadi lembap dan mengeluarkan rasanya. Maka dari itu, sebaiknya rempah kering dicampur dengan minyak atau air.


Bagaimana Penyuka Masak, sudah mengerti lebih dalam bagaimana cara memasak dengan rempah? Yang paling terpenting adalah rempah dalam sebuah menu tidak boleh lebih dari dua macam karena rasanya justru akan “bertabrakan”. Happy cooking! :)


(sumber foto: pixabay&rouxbe)

Bagikan ke:

Berikan penilaianmu tentang artikel dan tips di atas

Login untuk memberi komentar

Comment

Rachel Tiranda

Daun-daunan *rempah kadang kita liat di sekeliling kita :)

August 25, 2014

Admin Sukamasak

Ya, tanpa disadari ternyata daun tersebut bisa digunakan untuk bumbu masakan ya, bunda Rachel :)

August 27, 2014