Mengolah Sayuran Menjadi Makanan Probiotik

Admin Sukamasak

Penyuka Masak pasti sudah berkali-kali mendengar istilah probiotik. Hampir semua produk susu dan yogurt yang beredar di pasaran tercantum label probiotik. Tapi apakah hanya susu saja yang mengandung probiotik? Bisakah kita membuat makanan mengandung probiotik sendiri di rumah? Sebelum kita akan mengulas cara mengolah beberapa sayuran menjadi makanan probiotik. Yuk, ketahui dahulu secara singkat apa itu probiotik.

Probiotik adalah bahan pangan yang mengandung kuman hidup yang baik untuk system pencernaan. Bakteri yang biasa digunakan adalah lactobacilli dan bifidobacteria yang sering ada di berbagai produk susu dan olahannya serta produk hasil fermentasi. Selain pada produk susu dan olahannya probiotik juga dapat Penyuka Masak buat sendiri di rumah dengan memanfaatkan sayuran segar yang ada. Penasaran bagaimanakah caranya? Yuk, kita coba beberapa resep berikut.


1.Acar Timun Amerika (Pickles)

sumber: seriouseats

Acar timun di Amerika dan Indonesia memiliki perbedaan yang cukup banyak, terutama dari jenis timun yang digunakannya. Untuk membuat acar timun gaya Amerika ini, Penyuka Masak harus memilih jenis Timun Dill, yaitu timun yang memiliki kulit berbintil-bintil, berwarna hijau atau kuning keemasan dan lakukan langkah berikut:

- Rebus campuran 2 buah paprika hijau parut, 8 buah tiun dill potong dadu, 1 buah bawang bombay diparut, dan 1 cangkir cuka apel.

 - Aduk sesekali selama direbus hingga airnya mendidih, sekitar 30 menit. Tiriskan airnya hingga habis.

 - Pada panci berisi timun dill yang telah ditiriskan, masukkan 1 cangkir cuka apel, 100 gr gula pasir, 2 buah cabai keriting cincang, 1/2 sdt seledri cincang, dan 1    sdm garam. Rebus kembali selama 5 menit. Pindahkan dari kompor.

 - Masukkan acar ke dalam mason jar atau toples selai, tutup hingga rapat. Masukkan toples beserta isinya ke dalam air yang sedang mendidih selama 10 menit.    Keluarkan dan biarkan dingin.

Acar timun ala Amerika siap dinikmati. Semakin lama disimpan, rasanya akan semakin lezat dan segar.

2.Sauerkraut (Asinan Lobak Khas German)

sumber: thekitchn

Sauerkraut berasal dari bahasa Jerman yang berarti Kol Asam, rasanya asam dan sedikit asin. Pada dasarnya Sauerkraut mirip dengan asinan, Cuma kalau asinan ditambah denga gula dan cuka. Karena makanan ini termasuk olahan hasil fermentasi maka Sauerkraut mengandung bakteri probiotik seperti Leuconostoc, Lactobacillus, dan Pediococcus. Bagaimanakah cara sederhana membuat Sauerkraut dirumah? Yuk, ikuti cara berikut:

- Bersihkan semua alat dan bahan hingga bersih, jangan sampai ada sisa sabun yang tertinggal supaya proses fermentasi terjadi dengan sempurna.

- Potong-potong kubis, buang bagian yang sudah layu dan juga bagian tengahnya yang keras. Cincang kasar.

- Pindahkan kubis cincang kedalam mangkuk besar dan taburkan garam. Aduk dan remas kubis dengan tangan hingga airnya keluar dan terlihat layu. Kira-kira selama 5 – 10 menit.

- Masukkan kubis yang telah diberi garam ke dalam toples besar. Sesekali tekan kubis dengan kepalan tangan hingga airnya keluar.

- Lalu masukkan toples selai kecil yang didalamnya diisi pemberat seperti batu atau kelereng yang sudah dibersihkan. Tekan ke dalam hingga kubis didalamnya memadat.

- Tutup bagian mulut toples besar dengan kain bersih yang cukup tebal lalu ikat dengan karet hingga kencang.

- Selama 24 jam kedepan tekan kubis dalam toples sesekali dengan toples selai kecil didalamnya hingga airnya keluar.

- Terakhir biarkan terfermentasi selama 3 – 10 hari. Sesekali cicipi rasanya, jika sudah sesuai selera simpan dalam lemari es.

Dengan cara ini Penyuka Masak mendapatkan Sauerkraut yang dapat bertahan selama 2 bulan jika disimpan dalam lemari es.

3.Fermented Vegetables

sumber: paleoleap

Salah satu bakteri baik yang terkandung dalam makanan probiotik adalah lactobacillus. Bakteri ini dapat kita hasilkan dari proses fermentasi sayur-sayuran. Namun yang perlu diperhatikan adalah ketika proses fermentasi berlangsung, bahan-bahan tidak boleh tersentuh oleh oksigen. Hal ini dikarenakan bakteri lacto tidak membutuhkan oksigen sedikit pun. Nah, sekarang yuk kita coba bikin Lacto-Fermented dari berbagai macam sayuran seperti kembang kol dan wortel.

- Siapkan bahan-bahannya:

4 buah apel, potong dadu kecil
1 buah kembang kol, potong-potong
4 buah wortel, kupas dan potong kecil
8 helai daun bawang
3 sdm jahe parut
8 sdm garam

- Campurkan apel, kembang kol, wortel, daun bawang, dan jahe bersamaan. Masukkan ke dalam toples kaca. Tutup dan kocok dengan keras. Buka dan taburkan garam, kocok kembali hingga airnya keluar

- Jika air yang dihasilkan dirasa kurang, tambahkan 4 gelas air matang yang ditelah dicampur dengan 2 sdm garam. Perlu diperhatikan untuk tidak mengisi toples terlalu penuh.

- Tekan bagian atas sayuran dan tahan menggunakan toples kecil yang telah diisi air sebagai pemberat. Lalu tutup toples hingga rapat

- Letakkan toples fermentasi pada tempat yang hangat dan biarkan selama 3 – 5 hari. Periksa hasil fermentasi sesekali untuk melihat apakah airnya keluar atau tidak. Setelah 3 hari, coba cicipi rasanya. Kalau rasanya sudah pas maka siap dinikmati.

Untuk hasil yang lebih tahan lama setelah proses fermentasi selesai, simpan dalam lemari es setiap selesai disantap.

Penyuka Masak juga bisa melakukan cara-cara diatas dengan menggunakan sayuran lain seperti lobak, tomat, bengkuang atau bahkan buah-buahan seperti mangga dan buah bit. Yuk, share resep sehat Penyuka Masak lainnya di sukamasak.com

Bagikan ke:

Berikan penilaianmu tentang artikel dan tips di atas

Login untuk memberi komentar

Comment

Donny Trisulo

Halo min, mau bertanya, untuk Pickles biasanya cocok untuk dimakan dengan lauk apa ya? Makasih :D

August 21, 2015

Admin Sukamasak

Hallo, Selamat Sore,Pickles ini cocok dimakan bersama lauk apapun kok, bun. Seperti ayam cabai hijau, ayam goreng, ikan bakar, ayam bakar, nasi goreng. :)

August 21, 2015